Kembali ke Blog
Kesehatan Udang

Cara Mengatasi White Feces Disease (WFD) Tambak Udang Vannamei

T
Tim Ahli TambakDigital
24 Maret 2026
Cara Mengatasi White Feces Disease (WFD) Tambak Udang Vannamei

Dalam industri budidaya udang intensif, serangan penyakit merupakan salah satu ancaman kerugian terbesar. Salah satu yang paling ditakuti adalah penyakit berak putih atau cara mengatasi white feces disease (WFD) pada udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Penyakit ini sangat menular, ditandai dengan mengapungnya kotoran berwarna putih seperti benang di permukaan kolam, disertai dengan usus kosong dan penurunan drastis nafsu makan udang. Jika tidak segera diatasi, WFD dapat menurunkan kualitas fisik udang, menghambat pertumbuhan (stunting), hingga memicu kematian massal.

💡Key Takeaway
White Feces Disease (WFD) atau penyakit berak putih disebabkan oleh sinergi parasit EHP dan ledakan bakteri Vibrio sp. akibat kualitas air dasar kolam yang kotor. Deteksi dini di anco adalah kunci utama penyelamatan tambak dari kegagalan total.

Apa Penyebab Utama Penyakit Berak Putih (WFD)?

Penyakit berak putih tidak disebabkan oleh patogen tunggal melainkan merupakan infeksi multi-kausal (syndrome) yang disebabkan oleh interaksi buruk antara lingkungan dan biologi kolam:

  1. Bakteri Vibrio sp.: Populasi bakteri patogen (seperti Vibrio parahaemolyticus) yang meledak di dalam air tambak akibat tumpukan bahan organik sisa pakan.
  2. Parasit Microsporidia (Enterocytozoon hepatopenaei / EHP): Parasit intraseluler EHP menyerang organ hepatopankreas udang, melemahkan fungsi imun, sehingga memudahkan bakteri oportunis menginfeksi saluran pencernaan udang.
  3. Kualitas Air Buruk: Akumulasi lumpur organik dasar kolam yang tinggi memicu pembusukan anaerob dan menurunkan kadar oksigen terlarut (DO).

Penelitian Laboratorium Kesehatan Udang

Gejala Klinis WFD yang Wajib Diwaspadai

Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Berikut gejala fisik udang yang terkena WFD:

  • Adanya kotoran berwarna putih pucat mengapung di dekat kincir atau anco.
  • Hepatopankreas udang mengecil dan berwarna pucat kekuningan.
  • Usus udang terlihat kosong (empty gut) atau terputus-putus tanpa isi pakan saat diperiksa di anco.
  • Kulit udang menjadi kusam, lembek (soft shell), dan nafsu makan berkurang secara eksponensial.
⚠️Common Mistakes / Peringatan
Common mistake petambak saat mendeteksi berak putih adalah justru meningkatkan dosis pakan dengan harapan udang cepat pulih. Hal ini salah besar karena pakan yang tidak termakan akan membusuk di dasar dan memperparah ledakan bakteri Vibrio.

Langkah Cepat Mengatasi Serangan WFD di Lapangan

Jika Anda mendeteksi kotoran putih mulai mengapung di kolam, lakukan langkah-langkah darurat berikut:

1. Hentikan Sementara atau Kurangi Dosis Pakan (Pemuasaan)

Kurangi dosis pakan harian hingga 50% atau puasakan udang selama 1-2 hari. Pemberian pakan berlebih saat udang sedang sakit pencernaan hanya akan mengotori air dan memicu perkembangbiakan bakteri Vibrio di dasar kolam. Hitung sisa pakan di anco dengan hati-hati. Pantau konversi pakan secara berkala dengan Kalkulator FCR Udang.

2. Tingkatkan Aplikasi Aerasi & Kincir Air

Udang yang terinfeksi membutuhkan pasokan oksigen ekstra untuk bertahan hidup. Jalankan seluruh kincir angin 24 jam penuh untuk menjaga kadar Oksigen Terlarut (DO) tetap tinggi di atas 5.5 ppm. Hal ini membantu udang melakukan detoksifikasi tubuh dan meningkatkan stamina metabolisme.

3. Aplikasi Probiotik Dosis Tinggi (Shocking Probiotics)

Tebarkan probiotik cair yang mengandung bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus sp. dosis tinggi secara langsung ke kolam untuk bersaing dengan bakteri Vibrio (competitive exclusion). Campurkan juga probiotik pengasam pencernaan (acidifier) bersama pakan udang untuk mengembalikan keseimbangan mikroflora di dalam usus udang.

Pro Tip
Gunakan probiotik yang difermentasi terlebih dahulu selama 24 jam dengan molase dan dedak padi untuk memaksimalkan jumlah koloni Bacillus sp. sebelum ditebar ke kolam terinfeksi.

4. Siphon Lumpur Organik Secara Intensif

Lakukan pembuangan lumpur (siphoning) di titik pusat pembuangan tambak sebanyak 2-3 kali sehari untuk membersihkan sisa kotoran beracun dan bakteri yang mengendap di dasar kolam.

Proyeksi Kerugian Finansial Akibat WFD

Serangan WFD yang terlambat ditangani dapat menurunkan tingkat kelangsungan hidup (SR) dari target 85% turun bebas hingga < 50%. Hal ini menyebabkan tonase hasil panen anjlok dan biaya pakan yang terbuang sia-sia menaikkan FCR hingga > 2.0. Kerugian finansial yang diakibatkan oleh WFD dan penurunan ROI usaha Anda dapat disimulasikan secara rinci menggunakan Kalkulator Profit Tambak.

Kesimpulan

Mengatasi White Feces Disease (WFD) membutuhkan pendekatan kombinasi antara menjaga kebersihan lingkungan kolam (siphon), meningkatkan pasokan oksigen, serta menstabilkan mikroflora usus melalui probiotik. Pengamatan anco yang jeli setiap hari adalah kunci deteksi dini terbaik untuk meminimalisir kegagalan panen.

FAQ

1. Apakah udang yang terkena berak putih masih bisa disembuhkan? Bisa, asalkan ditangani pada gejala awal (baru muncul 1-2 tali kotoran putih di permukaan). Jika kotoran putih sudah tersebar masif di seluruh kolam dan udang mulai mati di dasar, kesembuhan sangat sulit dicapai dan opsi panen dini parsial harus segera diambil.

2. Apakah antibiotik disarankan untuk mengobati WFD? Penggunaan antibiotik kimia sangat tidak disarankan karena melanggar regulasi ekspor dan memicu resistensi bakteri patogen. Gunakan agen organik alami seperti ekstrak bawang putih, ekstrak daun pepaya, atau probiotik sebagai terapi ramah lingkungan.

Artikel Terkait

Kesehatan Udang

Probiotik Tambak Udang: Jenis, Manfaat, dan Cara Aplikasi

Probiotik adalah pasukan bakteri baik yang menjaga kesehatan tambak. Pahami jenis-jenis probiotik dan cara aplikasinya untuk meningkatkan imunitas udang.

Pelajari selengkapnya tentang Probiotik Tambak Udang: Jenis, Manfaat, dan Cara Aplikasi
Kesehatan Udang

Cara Mengatasi Penyakit Berak Putih (WFD) pada Udang Vannamei

Penyakit Berak Putih atau White Feces Disease (WFD) adalah ancaman serius bagi tambak udang. Pelajari penyebab, gejala, dan cara mengatasinya secara efektif.

Pelajari selengkapnya tentang Cara Mengatasi Penyakit Berak Putih (WFD) pada Udang Vannamei
Kesehatan Udang

Strategi Pencegahan Penyakit Udang Vannamei: Biosekuriti dan Manajemen Imun

Penyakit adalah momok terbesar petambak udang. Pelajari cara membangun sistem pertahanan tambak yang kokoh melalui biosekuriti ketat dan penggunaan imunostimulan.

Pelajari selengkapnya tentang Strategi Pencegahan Penyakit Udang Vannamei: Biosekuriti dan Manajemen Imun
Manajemen Lingkungan

Kalender Musim Tambak Udang: Menentukan Waktu Tebar Benur Ideal

Ingin menghindari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem? Simak panduan kalender musim tambak udang untuk menentukan kapan waktu tebar benur yang ideal.

Pelajari selengkapnya tentang Kalender Musim Tambak Udang: Menentukan Waktu Tebar Benur Ideal
Rekomendasi Alat Bantu

Kalkulator FCR Udang

Hitung Feed Conversion Ratio (FCR) pakan secara akurat untuk menekan biaya pakan. Gunakan alat bantu kami secara gratis untuk hasil kalkulasi yang akurat dan presisi.

Coba Kalkulator FCR Udang Sekarang
Cara Mengatasi White Feces Disease (WFD) Tambak Udang Vannamei | TambakDigital