Kembali ke Blog
Penyakit Udang

Mengenal Penyakit AHPND/EMS pada Udang Vannamei: Gejala dan Penanganannya

T
Tim Ahli TambakDigital
02 April 2026
Mengenal Penyakit AHPND/EMS pada Udang Vannamei: Gejala dan Penanganannya

Mengenal Penyakit AHPND/EMS pada Udang Vannamei: Gejala dan Penanganannya

AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease), yang sebelumnya dikenal sebagai EMS (Early Mortality Syndrome), adalah salah satu penyakit paling mematikan dalam budidaya udang vannamei. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang membawa toksin khusus (PirA dan PirB).

Apa Itu Penyakit AHPND/EMS?

AHPND biasanya menyerang udang pada awal masa budidaya (DOC 10-35). Bakteri penyebab AHPND memproduksi toksin yang merusak sel-sel di organ hepatopankreas udang, yang merupakan pusat metabolisme dan pencernaan. Kerusakan ini menyebabkan kematian massal udang dalam waktu yang sangat singkat, sering kali mencapai 100% dalam beberapa hari.

Gejala Infeksi AHPND di Tambak

Petambak harus waspada jika melihat gejala berikut:

  • Hepatopankreas mengecil dan berwarna pucat atau keputihan.
  • Usus kosong (tidak ada pakan).
  • Udang terlihat lemas dan sering berada di dasar tambak.
  • Kematian mendadak dalam jumlah besar di awal siklus (DOC < 35).

Jika Anda melihat gejala usus kosong, segera evaluasi manajemen pakan Anda. Gunakan Kalkulator FCR TambakDigital untuk memantau apakah ada penurunan konsumsi pakan yang drastis.

Cara Penularan AHPND

AHPND menular melalui air tambak yang terkontaminasi bakteri Vibrio pembawa toksin. Bakteri ini dapat bertahan hidup di dasar tambak dan menyebar melalui peralatan atau hewan pembawa (carrier).

Strategi Pencegahan AHPND

Karena AHPND sangat mematikan dan sulit diobati, pencegahan adalah kunci utama:

  • Gunakan Benur SPF: Pastikan benur bebas AHPND melalui uji PCR. Pelajari lebih lanjut tentang Tips Memilih Benur Vannamei Berkualitas.
  • Manajemen Dasar Tambak: Lakukan pengeringan dan sterilisasi lahan yang sempurna sebelum siklus dimulai.
  • Penerapan Biosekuriti: Batasi akses ke area tambak dan sterilisasi peralatan. Baca selengkapnya tentang Pentingnya Biosekuriti di Tambak Udang.
  • Penggunaan Probiotik: Probiotik Bacillus sp. dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri Vibrio patogen di air dan saluran pencernaan udang. Pelajari lebih lanjut tentang Probiotik Tambak Udang Terbaik.
  • Manajemen Bahan Organik: Hindari akumulasi sisa pakan di dasar tambak yang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri Vibrio. Baca panduan kami tentang Manajemen Kualitas Air Tambak Udang.

Kesimpulan

AHPND adalah ancaman nyata yang dapat menghancurkan investasi Anda dalam sekejap. Dengan manajemen persiapan lahan yang ketat, pemilihan benur berkualitas, dan penerapan biosekuriti yang disiplin, Anda dapat meminimalkan risiko serangan AHPND dan menjaga keberhasilan budidaya Anda.

Ingin meningkatkan efisiensi tambak Anda?

Gunakan alat bantu kalkulasi kami untuk memantau FCR, estimasi panen, dan profitabilitas tambak udang Anda secara gratis.

Coba Kalkulator FCR Sekarang
Mengenal Penyakit AHPND/EMS pada Udang Vannamei: Gejala dan Penanganannya | TambakDigital