Kembali ke Blog
Penyakit Udang

Mengenal Penyakit EHP pada Udang dan Pencegahannya: Musuh Tersembunyi di Tambak

T
Tim Ahli TambakDigital
02 April 2026
Mengenal Penyakit EHP pada Udang dan Pencegahannya: Musuh Tersembunyi di Tambak

Mengenal Penyakit EHP pada Udang dan Pencegahannya: Musuh Tersembunyi di Tambak

EHP (Enterocytozoon hepatopenaei) adalah parasit mikrosporidia yang telah menjadi masalah serius bagi petambak udang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbeda dengan virus WSSV yang menyebabkan kematian massal secara cepat, EHP bekerja secara perlahan dengan menghambat pertumbuhan udang secara drastis.

Apa Itu Penyakit EHP?

EHP menyerang organ hepatopankreas udang, yang berfungsi sebagai pusat pencernaan dan penyerapan nutrisi. Parasit ini mencuri energi dari sel-sel inang untuk bereplikasi, sehingga udang tidak memiliki cukup energi untuk tumbuh. Akibatnya, udang akan memiliki ukuran yang sangat bervariasi (disparity) dan FCR yang membengkak.

Gejala Infeksi EHP di Tambak

Gejala utama infeksi EHP adalah:

  • Pertumbuhan sangat lambat (kerdil).
  • Ukuran udang tidak seragam (disparitas tinggi).
  • FCR membengkak secara signifikan.
  • Udang terlihat sehat secara fisik namun tidak bertambah berat.

Jika Anda melihat gejala ini, segera gunakan Kalkulator FCR TambakDigital untuk memantau efisiensi pakan Anda. FCR yang tinggi adalah indikator awal adanya masalah kesehatan seperti EHP.

Cara Penularan EHP

EHP menular melalui spora yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan. Penularan dapat terjadi melalui:

  1. Benur yang terinfeksi: Benur dari hatchery yang tidak SPF dapat membawa spora EHP.
  2. Pakan segar: Penggunaan cacing poliketa atau kerang yang terinfeksi sebagai pakan induk.
  3. Lingkungan tambak: Spora yang tertinggal di dasar tambak dari siklus sebelumnya.

Strategi Pencegahan EHP

Pencegahan adalah satu-satunya cara efektif untuk menangani EHP, karena pengobatan saat ini belum tersedia secara komersial.

  • Gunakan Benur SPF: Pastikan benur bebas EHP melalui uji PCR.
  • Sterilisasi Lahan yang Intensif: Gunakan kapur tohor (CaO) dengan dosis tinggi untuk meningkatkan pH dasar tambak hingga >12 guna mematikan spora EHP.
  • Manajemen Biosekuriti: Terapkan protokol biosekuriti yang ketat. Baca selengkapnya tentang Pentingnya Biosekuriti di Tambak Udang.
  • Penggunaan Probiotik: Probiotik tertentu dapat membantu menekan pertumbuhan patogen di saluran pencernaan udang. Pelajari lebih lanjut tentang Probiotik Tambak Udang Terbaik.

Kesimpulan

EHP adalah musuh tersembunyi yang dapat merusak profitabilitas tambak Anda secara perlahan. Dengan manajemen persiapan lahan yang baik dan pemilihan benur yang tepat, Anda dapat meminimalkan risiko infeksi EHP dan menjaga pertumbuhan udang tetap optimal.

Ingin meningkatkan efisiensi tambak Anda?

Gunakan alat bantu kalkulasi kami untuk memantau FCR, estimasi panen, dan profitabilitas tambak udang Anda secara gratis.

Coba Kalkulator FCR Sekarang
Mengenal Penyakit EHP pada Udang dan Pencegahannya: Musuh Tersembunyi di Tambak | TambakDigital